“jika aku itu engkau”.

Pengalaman dalamn hidup ini mengajarkan banyak hal yang membuat kita terpaksa harus dewasa dan tumbuh sebagai peribadi yang berperdaban. Mengerti akan hal itu dan ini, mebuat kiat bisa hidup dengan apa yang kita inginkan, menjadi lebih baik dan terus menjadi yang terbaik.
Namun kadangkala terpikirkan, saat kita tak bisa seperti yang apa yang kita inginkan kita seringkali menyalahkan apa yang tidak harus kita salahkan. misalnya ingin bisa ini dan itu, atau kita ingin punya ini dan itu, dan sebagainya. Namun hal-hal seperti itu tidak kesampean kita mengeluh dan biasanya kita menyalahkan tuhan. Padahal tuhan telah member kita segala sesuatu yang pada hakikatnya segala sesuatu itu adalah alat untuk mencapai apa yang kita inginkan. Misalkan kita ingin bisa bermain bola seperti temen-temen kita yang bisa bermain bola, tuhan menciptakan untuk kita waktu , tenaga, kelengkapan kaki tangan, kesehatan  untuk belajar main bola, jika kita memanfaatkan hal tersebut, apakah kita tidak bisa? Ingat tak ada yang tak mungkin. Selajutnya jika kita ingin mempunyai segalanya, tuhan memberikan kita segalanya, lebih-lebih akal untuk bisa berfikir bagaimana bisa mendapat apa yang kita inginkan.
Itu semua hanyalah pilihan bagi kita. Apakah kita pandai dalam menetukan pilihan atau kita hanya ingin yang jalan pintas aja. Kita serign kali melihat temen kita yang lebih dari kita dan kitapun iri terhadapanya, apa kita pernah berfikir, apa yang pernah kita lakukan sehingga bisa seperti dia?

Hanya ini yang bisa saya bagi ke temen-temen, bagi yang sepakat syukurlah, yang enggak sepakat mohon toleransinya.. heheheheh